Jumat, 05 Juni 2009

BUKTI PERTAMA : MAKHLUK
Apabila kita hendak berbicara tentang bukti - bukti material haruslah dimulai dengan makhluk.Dialah merupakan bukti sepanjang siang dan malam berada di hadapan kita dan kita rasakan langsung keberadaanya sebab hal itulah yang kita geluti sehari-hari.itu adalah perkara yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.
Tidak ada orang yang dapat mengatakan (dengan bukti masuk akal)bahwa bumi tercipta setelah terciptanya manusia,dalam arti manusia datang dengan tidak menemukan bumi sebagai tempat tinggalnya,dan tanpa adanya matahari yang bercahaya,tanpa adany siang dan malam,dan tanpa udara yang dihirupnya.Karena memang manusia datang setelah segala sesuatu tersedia untuknya,yang tercipta sebelum dia diciptakan.
Ada benda-benda yang kondisinya(secara fisik)jauh lebih kuat dari kemampuan manusia,akan tetapi dia dicipta Allah SWT untuk mengabdi kepada manusia dan untuk memenuhi kebutuhan serta kepentingan manusia tanpa pamrih.Akan tetapi untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan dan kepentinganya,manusia harus melakukan usaha dan mengerahkan tenaga kerjanya,dan semua itu untuk melengkapi pembanguna dan kemakmuran bumi.
Dengan demikian hanya dengan menggunakan akal saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa alam telah dicipta dan dipersiapkan bagi kehidupan manusia sebelum manusia dicipta,dan tidak ada manusia yang mampu membantah hakekat ini.
Firman Allah SWT:
"Dia-lah Allah yan menjadikan segala yang ada dibumi untuk kamu dan Dia berkehendak(menciptakan)langit,lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu".(QS:Al Baqarah 29)
"Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada malaikatsesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi"(QS Al Baqarah 30).Ayat -ayat diatas bukti nyata bahwa alam telah disediakan untuk manusia sebelum manusia dicipta.Kita telah mencapai titik awal bahwa Allah SWT dengan sifat-sifat dan kemampuan-Nya yang Kami telah menciptakan alam semesta dan mengaturnya tanpa bantuan makhluk.
Alam semesta mempunyai kemampuan untuk tidak tunduk kepada kita atau pada kemauan dan perintah kita.Alam semesta semata-mata hanya tunduk kepada kekuatan dan kemampuan penciptanya serta tidak mampu menantang segala perintah atau kemauan penciptanya..Matahari tidak mampu terbit terbit dan terbenam semaunya sendiri,begitu juga dengan hujan dan lahan yang tidak mampu menolak tumbuhnya tanaman.Padanya manusia tidak bisa mengklaim bahwa dirinya ikut berperan dalam pengaturan alam ini,sebab alam ini tidak bisa tunduk kepada manusia akan tetapi tunduk dan patuh kepad penciptanya yakni Allah SWT.
Sehubungan dengan itu seharusnya manusia juga menyaksikan bahwa dirinya diciptakan oleh khalik,dan tidak dapat mengklaim bahwa dirinya dapat menciptakan manusia lain atau menciptakan dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar